Ciri-ciri Autis Ringan

Anak autis sering kali tersisihkan dalam lingkungan sekitar karena perbedaan kondisi. Anak autis bisa mengalami pergantian emosi dengan cepat. Anak bisa marah atau menangis secara berlebihan. Anak autis bisa hiperaktif atau terlalu pasif pada diri mereka sendiri. Rasa emosional tersebut dianggap aneh oleh orang normal. Padahal anak yang mengalami keterbatasan ini tidak boleh dijauhi, hal ini akan memperlambat perkembangan anak.

Anak autis merupakan anak yang mengalami perkembangan saraf otak yang lamban, sehingga sulit menerima sesuatu hal dengan cepat. Ada beberapa penyebab anak menderita autisme, seperti genetik, lingkungan ibu sebelum melahirkan, virus, dan lain-lain. Orang tua bisa memastikan dengan cara mengetahui anak autis atau tidak.

Selalu Menghindari Kontak Mata

Ciri autis ringan yang pertama adalah ketika anak berinteraksi dengan orang lain. Anak autis akan berusaha menghindari kontak mata dengan lawan bicara. Sebagai seorang lawan bicara justru jangan menghindar karena keanehan anak tersebut. Anak autis tidak hanya menghindari kontak mata, melainkan juga kesusahan dalam berucap. Anak autis akan merasa gugup untuk berbicara, sehingga intonasi yang dikeluarkan dari mulut bisa terlalu cepat atau mungkin terlalu lambat. Sebagai orang yang menjadi lawan bicara atau orang terdekat penderita harus sering sabar dan sering mengajak anak untuk berbicara secara rutin. Anak autis yang sering diajak berbicara akan melatih intonasi dan pelafal yang baik dan benar.

Sulit Bersosialisasi

Bersosialisasi sangat penting di lingkungan. Pasalnya manusia adalah makhluk sosial. Manusia pasti membutuhkan bantuan di kehidupan sehari-hari, sehingga manusia perlu berinteraksi sosial. Anak autis memiliki ciri-ciri autis ringan adalah kesulitan untuk bersosialisasi. Sulitnya sosialisasi ini juga ditunjukkan dengan rasa empati yang tidak ditunjukkan kepada orang lain. Sebagai orang yang peduli dengan kondisi anak autis, perlu mengajak anak penderita autis untuk pergi keluar. Mengajak anak autis keluar untuk sekadar berkeliling lingkungan agar terbiasa dengan keadaan sekitar.

Melakukan Kegiatan Berulang

Anak autis yang melakukan kegiatan atau hal berulang kali. Perilaku yang seperti itu merupakan tanda bahwa anak tersebut dengan mengalami masalah. Apabila anak menunjukkan hal seperti ini harus segera mendapatkan penanganan yang tepat, sehingga permasalah sang anak segera selesai dan tidak terbiasa melakukan hal berulang kali.

Banyak sekali cara pengobatan yang sesuai dengan anak. Orangtua perlu mencoba membawa anak-anak untuk belajar di berbagai tempat untuk merasakan atmosfer terapi atau sekolah yang tepat. Atmosfer dan lingkungan yang baik akan mendorong perkembangan anak dengan cepat, sehingga anak dapat hidup normal dengan anak-anak lainnya.